Menggali Keindahan Air Terjun Aek Martolu Rampa


Kades Rampa saat menunjukkan lokasi wisata air terjun Aek Martolu Rampa
TAPTENG - Keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) seperti Pantai dan Air Terjun yang memiliki potensi menjadi objek wisata memang tidak habis-habisnya untuk di telusuri keberadaannya untuk dapat melihat keindahan alam Tapteng yang masi asri.
Tak salah, daerah Kabupaten Tapteng ini pun di juluki Negeri Wisata Sejuta Pesona. Bagaimana tidak, keindahan alam yang ada di daerah ini masi sangat banyak yang benar-benar masi alami dengan keindahan aslinya. Salah satunya yaitu Air Terjun Aek Martolu di Dusun 1, Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, Tapteng. Ini belum banyak diketahui masyarakat luas keberadaannya.
Air terjun yang memiliki 3 tingkat ini benar-benar asri. Berada dilokasi ini akan memberikan kenyamanan dengan udara yang segar yang jarang didapati di pusat kota. Dilokasi Air Terjun Aek Martolu ini juga dikelilingi pohon-pohon yang cukup besar, seolah terus menjaga kesejukan dan keindahan alam lokasi itu sehingga berada disana akan terasa nyaman dan betah berlama-lama.
"Huuu... Mantap kali lokasinya ah,"jerit Darwis, salah seorang pengunjung yang baru tiba di lokasi itu seolah melepaskan semua kelelahannya dengan kegembiraan telah berada dilokasi itu, Sabtu (14/7/2018). Untuk mencapai lokasi air terjun ini, memang tidak terlalu memakan waktu lama. Bila dari Jalinsum Sibolga-Tarutung tepatnya persimpangan jalan Rampa-Poriaha hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan menggunakan kendaraan.
Namun, untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi air terjun ini, masi harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, namun tidak jauh hanya 100 meter, karena kondisi jalan disana masi dalam tahap pengerjaan. Meski sedikit lelah untuk tiba dilokasi ini, namun itu akan terbayar oleh kepuasan menikmati indahnya Air Terjun Aek Martolu.
Seperti halnya Darwis yang baru tiba dilokasi ini, menurutnya lelah yang dirasakannya belum sebanding dengan kepuasan menikmati keindahan alam yang dirasanya dilokasi tersebut.
 "Terbayar kalilah, keindahannya ini sudah mengembalikan tenaga dan semangat ku berlipat-lipat. Tinggal mandi aja ni sekarang biar tambah terasa sejuknya,"ucap Darwis.
Keindahan alam yang masi asri itu, diharapkan nantinya akan tetap dapat dijaga. Meski nantinya lokasi itu telah banyak pengunjung, Darwis berharap para pengunjung juga turut menjaga dengan tidak merusak alam dilokasi tersebut.
"Kita harap tetap alami seperti ini, batu-batu ini kita harap jangan dirusak, pohonya dijaga, tidak buang sampah sembarangan, pokoknya jangan merusaklah disini. Disini sudah sangat sejuk, nyaman, pikiran kita disini akan sangat tenang, jadi harus kita jaga," harapnya.
Hingga kini, Kepala Desa Rampa Rici Hutagalung mengatakan bahwa, sejak tahun 2017 lalu, lokasi air terjun Aek Martolu itu sudah mulai dikunjungi wisatawan.
"Mulai kita bukalah jalan kesini tahun 2017 lalu, sudah mulai datang orang. Biasanya datang hari Sabtu sama Minggu, tapi lebih ramenya hari Minggu, bawak-bawak keluarga," kata Rici.
Untuk penyematan nama air terjun ini, tentu bukanlah tidak memiliki alasan. Secara singkat, Rici menjelaskan bahwa air terjun itu disebut Aek Martolu sesuai nama kampung yang ada puluhan tahun lalu di Hulu air terjun tersebut.
"Belum ada kampung disini (Rampa,red), inilah kampung dulunya, diatas ini (air terjun) ada kampung, disini awalnya dulu perkampungan namanya Aek Martolu, jadi sampai sekarangpun, warga semua menyebut air terjun ini sebagai air terjun Aek Martolu sesuai nama kampung yang ada dulunya diatas ini, tapi kalo sekarang sudan nggak ada orang," jelasnya.
Dia bersama masyarakat mengharapkan obyek wisata air terjun ini akan ramai dikunjungi oleh masyarakat. Makanya, merekapun tidak menyia-nyiakan dana desa. Agar akses jalan makin mudah, dana desa diperuntukkan untuk membangun jalan menuju air terjun yang keindahannya masih terlihat alami, dengan dikelilingi pepohonan. (Rommy)