Merasa Ditipu, Pengusaha Ini Laporkan Pria Asal Jakarta

Jannes Maharaja menunjukkan STPL tanda pelaporan.

TAPTENG, rakyatsumut.com - Jannes Maharaja seorang pengusaha swalayan asal Tapteng resmi membuat laporan atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh AS alias N ke Polsek Pandan yang tertuang pada nomor STTLP/62/IX/2018/SU/Res Tapteng/Sek Pandan, Rabu (05/09/2018).

Dalam laporannya, Jannes mengaku telah dirugikan secara material sebesar Rp53 juta. Jannes mengaku ditipu dengan dalih pengurusan ijin swalayannya. Tidak hanya itu, Jannes juga mengesalkan tindakan Arnold yang mengiming-imingkan proyek kepada dirinya dengan alasan bahwa terlapor inisial AS dekat dengan orang nomor satu di Tapanuli Tengah.

Diceritakannya, Dia mengenal AS berawal pada tahun 2017 sewaktu Pilkada Tapteng berlangsung. Dimana pada saat itu, Jannes merupakan ketua Partai Politik yang mendukung pasangan Amira. Sementara AS adalah tim IT pasangan BADAR yang menjadi pemenang Pilkada Tahun 2017.

"Pada saat itu Bakhtiar Ahmad Sibarani (BADAR) unggul dan jadi pemenang. Otomatis saya yang berseberangan dalam pilkada merasa tidak akan bisa urus ijin usahaku,” Kata Jannes.

Lanjutnya menerangkan, selaku pengusaha yang mendukung pemerintahan Tapteng, untuk menjalin komunikasi yang baik dengan Bupati Tapteng (BAS) tidaklah semudah itu mengingat Dirinya ketika itu pendukung pasangan AMIRA.

“Tepatnya di bulan Juli, saya dipertemukan saudara AS dengan Bupati Tapteng yang dimana saat itu Bupati memang sangat kenal saudara AS. Disitu kita bertiga menjalin komunikasi hanya sebatas bicara pilkada," terang Jannes.

Dari pertemuan itu, kemudian pertemanan Jannes dengan AS terus berlanjut hingga kemudian AS meminta uang kepada dirinya sebesar Rp.10 Juta untuk biaya pengurusan ijin Swalayan Raja Mart milik Jannes.

"Karena saya yakin dan percaya dia (AS) dekat Bupati, saya pun memberi uang kepadanya untuk mengurus izin swalayan Raja Mart," akunya.

Tidak sampai disitu, Jannes mengaku kalau AS juga meminta uang kepada dirinya dengan jumlah yang bervariasi hingga totalnya mencapai Rp 53.500.0000 dengan bukti transfer yang di mulai pada tanggal 14 Agustus 2017 melalui bank BNI sebesar Rp. 10.000.000, kemudian Tanggal 11 September 2017 Rp.3.500.000, tanggal 1 Oktober 2017 Rp.5.000.000, dan terakhir tanggal 30 Oktober 2017 sebesar 35.000.000.

"Setelah saya satu Partai dengan Bupati, saya tanya semua tentang proyek yang dijanjikan AS, dan ternyata pak Bupati tidak ada menjanjikan proyek itu. Dan disitulah saya berpikir bahwa dia sudah menipu saya. Bahkan untuk mengurus izin swalayan Raja Mart itu saya sendiri, bukan dia (AS)," Kata Jannes kesal.

Kapolsek Pandan AKP Dodi Nainggolan SH melalui, Bripka N Simangunsong yang menerima laporan Jannes saat dikonfirmasi wartawan membenarkan, bahwa Jannes Maharaja pengusaha asal Tapteng yang juga ketua IPK Tapteng ini telah membuat laporan atas dugaan penipuan oleh seseorang. (hendra)