Rizky Berharap Syuting Film Sejarah Barus Yang Sedang di Gagasnya Berjalan Lancar

Rizky bersama para pemain film

TAPTENG, rakyatsumut.com - Sejarah Budaya adalah kekayaan bangsa yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Hal itu menjadi motivasi bagi Rizky Ibrahim Simanjuntak pria berusia 34 tahun, Kelahiran Kota Sibolga. Dengan gihih rizky berjuang membuat suatu karya industri kreatif di bidang Film.

Rizky Ibrahim Simanjuntak  mengatakan, Sibolga-Tapteng merupakan daerah yang tak dapat dipisahkan, kedua daerah ini sama-sama memiliki potensi unggulan serta memiliki segudang sejarah.
Salah satunya, Kota tua Barus yang terletak di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Di tempat inilah Presiden RI Joko Widodo meresmikan sebuah simbol sejarah yang dinamakan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara.

"sebagai putra daerah serta generasi penerus. kita patut mengucap syukur dan bangga, karena kekayaan SDA dan segudang sejarah yang kita miliki ini tidak dimiliki daerah lainnya.
Tititk nol Peradaban Islam ini sendiri tercatat dalam sejarah sejak abad ke-6 Masehi, rempah-rempah dari Barus jadi magnet bagi para saudagar dari penjuru dunia, ini sejarah yang harus kita garap dan aplikasikan kedalam sebuah film, sehingga generasi penerus kita mengerti sejarah di daerahnya, yang paling penting Kita hanya ingin Putra -Putri di daerah sibolga-Tapteng ini lebih maju dan berkembang, Tidak kalah bersaing dengan daerah lain, Jadi kita sediakan wadahnya agar bakat mereka di Dunia Acting tersalurkan dan tentunya menambah wawasan dan pengalaman mereka juga,” ucapnya.

Menurut Rizky industri kreatif dibidang film, pastinya sangat berdampak signifikan bagi pengembangan pariwisata suatu daerah. Itu artinya, film memiliki multiplier effect baik sejak proses pembuatan hingga setelah selesai ditayangkan, sehingga dapat menumbuhkan aktivitas perekonomian di wilayah yang menjadi lokasi pembuatan film.

Berdasarkan studi yang dilakukan Simon Hudson dan J.R. Brent Ritchie pada tahun 2006, terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara pembuatan film di suatu wilayah terhadap peningkatan jumlah wisatawan di wilayah tersebut.

Hudson dan Ritchie mengambil beberapa fakta yang terjadi, antara lain dampak film Braveheart (Mel Gibson, 1995) yang menyajikan Monumen Wallace, Skotlandia. Setelah penayangan film tersebut, terjadi peningkatan 300% jumlah pengunjung dalam setahun.

Rayburn Country, Georgia, Amerika Serikat, berhasil meningkatkan jumlah wisatawan sebanyak 20.000 orang dengan dengan pemasukan 2-3 juta dolar AS setelah film Deliverance (John Boorman, 1972) dirilis.

Film The Lord of The Rings (Trilogy, 2001-2003) (Peter Jackson) yang mengambil lokasi di Selandia Baru, berhasil meningkatkan jumlah wisatawan sebanyak 10% sejak 2002. Setelah film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (Chris Columbus, 2001) ditayangkan, bermacam lokasi di Inggris mengalami peningkatan pendapatan 50% di banyak lokasi yang ada di film tersebut. Begitu juga dengan film The Beach (Danny Boyle, 2000) yang berhasil mendongkrak pendapatan sebesar 20% dari pengunjung muda yang ke Thailand.

"Harapan kita tentunya, Trailer film Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus proses Syutingnya berjalan lancar, dan tentunya kita sangat berterimakasih kepada AMG Film Jakarta, Putra-Putri terbaik Sibolga-Tapteng dan Mohon doa dan Dukungan dari warga Sibolga- Tapteng,” imbuhnya.( rommy/red)