Coffee Hotel Ayola di Dolok Sanggul, Geliat Industri Hotel di Danau Toba

oleh
Peletakan batu pertama Coffee Hotel Ayola di Dolok Sanggul. Foto istimewa

Rakyatsumut.com, Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, satu dari 4 Super Prioritas pengembangan 10 Bali Baru di Indonesia. Berbagai industri terus bergeliat untuk mendukung terwujudnya visi besar ini, termasuk industri perhotelan.

Di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, geliat itu kian terasa saat peletakan batu pertama (Groundbreaking Ceremony) Coffee Hotel Ayola yang digawangi Michael Junjungan Yobel Akasi Wongso, Direktur Utama PT. Epw Selangit Properti sebagai pemilik proyek.

Michael, cucu dari Tokoh Masyarakat Humbang Hasundutan yang sudah almarhum, Sahat Maulim Samosir bergelar Sigila. Pembangunan hotel ini menurutnya untuk mendukung program Jokowi, sekaligus sebagai cara untuk berterima kasih kepada Kakek dan Nenek (Ompung) mereka, Op. Batara Gurusonang Samosir Pakpahan.

“Tu ompung (Untuk kakek nenek-red)” ujar Michael  usai peletakan, Kamis kemarin.

Michael Junjungan akrab disapa MJ. Ia mendapatkan gelar Bachelor of Science in Managerial Economics – International Business dari Bentley University di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Juga mendapatkan gelar Master of Science in International Management dari Nottingham University tahun 2018 yang lalu, di usia nya yang belia: 23 tahun.

Jiwanya tertantang untuk ikut bersumbangsih mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya, membangun kampung halaman sang Ibu. MJ menyebut, ini juga sebagai respon atas perhatian luar biasa pemerintahan Presiden Jokowi untuk Kawasan Danau Toba.

Dia menceritakan bagaimana ia mendengar banyak kisah kiprah kakeknya Sahat Maulim Samosir bergelar SIGILA atau Hideko TM br Togatorop  dan Ompung dari Mamanya: Nikodemus Samosir akrab disapa Tauke Niko/ Alina br Purba, turut membangun kampung di zaman dahulu. Dikatakan, mereka banyak membangun jalan-jalan serta jembatan-jembatan ke desa-desa terpencil seperti Pakkat, Parlilitan, Banduamas, bahkan menginisiasi pembangunan sekolah-sekolah dan gereja.

“Kalau dipikir-pikir saat itu infrastruktur semuanya serba terbatas, namun mereka punya hati untuk berbuat bagi kampungnya. Nah saat ini, waktu nya bagi kami anak muda untuk ikut bersumbangsih bagi kampung ini agar legacy yang telah dibangun oleh Ompung kami bisa tetap hidup,” ujar MJ.

Soal prospek Hotel kedepan, Michael mengatakan pembangunan ini sangat strategis dan akan menjadi penghubung bagi yang akan melakukan perjalanan bisnis maupun melancong ke daerah Tapanuli Raya seperti ke Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Barat, Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara bahkan Samosir yang dapat ditempuh dari sisi Tele via Dolok Sanggul.

Letak Geografis Coffee Hotel Ayola

Hotel ini dapat ditempuh hanya dalam waktu 45 menit dari Bandara Sisingamangaraja ke XII di Silangit. Bahkan bisa mampir dulu di Dataran Tinggi Sipinsur dengan view yang luar biasa ke arah Danau Toba. Dari Hotel ini, hanya butuh waktu 35 menit sudah bisa menikmati keindahan Danau Toba dari sisi Baktiraja lengkap dengan keindahan Lembah Bakkara, Air Terjun Janji, Air Terjun Sipultak Hoda, Dolok Batu Maranak, Tipang, Aek Sipangolu,  Istana Sisingamangaraja.

“Dan bahkan menikmati keindahan dan biru nya air Danau Toba dari atas Kapal menyusuri tepian Danau Toba,” ujar Michael.

“Target kami adalah membawa group-group MICE Nasional dan Internasional melihat sisi lain Kawasan Danau Toba dengan waktu yang lebih efisien. Bekerjasama dengan Travel Agency Nasional dan Internasional kami akan siapkan paket-paket perjalanan yang bisa mengeksplore keindahan Kawasan Danau Toba dan sekaligus Coffee Trip. Mengapa Kopi? Karena Humbang Hasundutan merupakan salah satu penghasil kopi arabika terbaik di dunia dan telah diekspor ke mancanegara sejak lama. Ini bisa menjadi salah satu nilai jual lokasi ini,” timpalnya.

Dia menjelaskan, pihak nya akan mengupayakan agar Coffee Festival tingkat Nasional dan bahkan Internasional dapat dilakukan secara rutin di Coffee Hotel Ayola, Dolok Sanggul. Selain bertemakan Kopi, hotel ini juga sejak awal telah menetapkan diri sebagai Hotel yang akan memberikan tempat bagi para pegiat UMKM di Humbang Hasundutan untuk memamerkan produk nya seperti karya-karya pegiat Humbang Shibori, Tenun Songket Humbang, Humbang Batik, Humbang Eco-Print dan hasil karya para pegiat dari UMKM lain nya.

Bekerjasama dengan Tu Ompung Initiatives, akan  dibangun juga Amphitheater dimana akan secara rutin diselenggrakan konser musik tradisional dari para pemusik setempat maupun musisi tamu serta Coffee Show dari para Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan Koperasi Serba Usaha di bidang Kopi yang ada di Humbang Hasundutan. Bahkan di Amphitheater ini kelak direncanakan juga pelaksanaan Jazz Gunung Toba bekerjasama dengan Jiwa Jawa yang telah rutin melaksanakan Jazz Gunung Bromo dan Jazz Gunung Ijen.

Michael berharap kehadiran Coffee Hotel Ayola, menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, termasuk hotel, homestay dan losmen yang sudah ada saat ini dan dapat mengangkat keberadaan para usahawan dan UMKM yang ada untuk maju bersama-sama dan siap menjadi tuan rumah yang ramah dan profesional dalam menyambut para tamu mancanegara dan nasional ke Kawasan Danau Toba.

“Jadi kita akan sangat concern dalam mengajak para usahawan lokal dan UMKM berkolaborasi untuk mengakselerasi kesiapan bersama sebagai Daerah Super Prioritas Pengembangan Wisata di Indonesia. Ini baru bisa sukses jika semua pihak mau menerapkan standar yang sama dalam melayani. Jadi kita akan merangkul semua pihak untuk maju bersama,” urainya.

Michael menjadi pengurus perusahaan ini bersama sepupu nya Gabariel Purba yang juga berani meninggalkan karir nya di salah satu Bank Swasta Nasional di Jakarta sejak tahun 2016 yang lalu untuk berbakti di Kawasan Danau Toba melalui usaha yang termasuk dalam Tu Ompung Initiatives.

“TU OMPUNG” Initiatives digagas oleh Michael bersama adik-adiknya Michiko Christabella Akasi Wongso dan Ryutaro Partogi Benedicto Akasi Wongso sebagai ucapan terima kasih kepada Ompung mereka.

Putra Daerah Terlibat Dalam Desain Hotel

Hotel Coffee Hotel Ayola didesain oleh Ir. Sapto Nugroho (Architect  Leader),  Yuki Setiawan (Architect) dan  berkolaborasi dengan putra-putra daerah yang sudah berpraktek sebagai konsultan perencanaan di  Pulau Jawa dan Nasional, yaitu PT Hepta yg dinakhodai oleh Ir. Jimmy Purba, putra daerah Baktiraja, Humbang Hasundutan.

Desain struktur bangunan hotel dipercayakan kepada Ir. Todung R. Siagian yang juga merupakan putra daerah kelahiran Dolok Sanggul. Selain itu, Leonard Purba & tim, dipercaya untuk mendesain MEP (Mechanical Electrical and Plumbing).

Pembangunan Hotel ini direncanakan akan memakan waktu 12 bulan dan setelah siap beroperasi, Operator Hotel nya akan menggunakan TOPOTELS yang telah mengoperasikan 24 Hotel, 18 di Indonesia, 3 di Malaysia dan 3 di Myanmar.

Adapun untuk pembangunan nya, Kontraktor Struktur Utama adalah TRIMATRA LAGUNA sedangkan Kontraktor ME (Mekanikal Elektrikal) adalah ELMETRIMDO. Lobby Coffee Hotel ini mengambil dan  memadukan nilai nilai tradisi lokal.

“Tataring, diambil sebagai lobby concept,” ungkap MJ.

Dia menjelaskan, Tataring adalah tungku/perapian atau “dapur” tempat menyiapkan makanan, makan, berkumpul dan bercengkerama  didalam sebuah rumah tradisional Batak Toba.

Tataring juga berguna  untuk menghangatkan badan di tengah dinginnya udara Tanah Batak. Konsep inilah yang diterjemahkan ulang ke dalam sebuah konsep lobby hotel dengan harapan agar lobby hotel  ini akan menjadi tempat berkumpul, bertemu dan berdialog sambil menikmati suguhan kopi khas Tanah Batak Toba.

Diharapkan Coffee Hotel Ayola akan menjadi ikon baru kota Dolok Sanggul yang dingin dengan menawarkan “Tataring” di tengah geliat wisata perhotelan di Kawasan Danau Toba. Hotel ini nantinya berkelas Hotel Bintang 3 yang terdiri dari 90 Kamar dengan fasilitas Ballroom, Meeting Rooms, Cafe, Kolam Renang, Jogging Track, Amphitheater dan Coffee Park.

Michael juga menjelaskan bahwa pihak nya akan mengupayakan agar Coffee Festival tingkat Nasional dan bahkan Internasional dapat dilakukan secara rutin di Coffee Hotel Ayola, Dolok Sanggul.

“PT. Epw Selangit sebagai bagian dari “TU OMPUNG” Coffee Park initiatives juga tengah mempersiapkan Holistic Agro Tourism  di Kawasan seluas 15 ha di daerah Silando, Humbang Hasundutan serta Lokasi Spa Retreat Tourism di tepian Danau Toba di Desa Simangulampe, Baktiraja, Humbang Hasundutan. Ke depan nya Perusahaan juga akan membangun 1 Hotel lainnya di tepian Danau Toba di Tomok, Pulau Samosir dan Viewing Deck di Huta Ginjang – Tapanuli Utara,” imbuhnya.

Direktur Pemasaran BOPDT, Basar Simanjuntak, mengapresiasi adanya pembangunan Hotel itu. menurutnya kehadiran hotel ini sebagai langkah maju dan bentuk apresiasi masyarakat sekitar dalam mendukung program pemerintah dalam mengembangkan Destinasi Super Prioritas di wilayah Danau Toba.

Basar berharap agar desa-desa lain juga dapat merespon positif rencana pemerintahan dalam membangun perekonomian melalui sektor pariwisata khususnya wilayah Danau Toba. Dolok Sanggul juga akan menjadi cluster tersediri, dimana dari sini ke Salib Kasih 2 jam, ke Pusuk Bujit 2 jam dan ke Barus Pusat Peradaban bisa 2 jam

Menurutnya, masyarakat harus ikut mendukung investasi ini Hotel Bintang 3 dengan kapasitas kamar 90 dan nilai dari investasi sebesar 75 miliar tersebut.

“BOPDT akan mendukung Festival Kopi dan juga Festival budaya di 2020 dalam Lake Toba Calendar of Events,” katanya.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *