Bupati Tapteng: Narkoba Sudah Darurat, Bandar Besar Harus Diungkap

oleh

Rakyatsumut.com – Penangkapan seorang terduga bandar narkoba jenis sabu-sabu berinisial DD oleh Polres Sibolga, Kamis (18/7/2019) memancing respon keras dari Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Ditemui di kantornya, Bakhtiar menyebut penangkapan gembong narkoba dengan 16 paket sabu-sabu itu membuktikan kian mengkhawatirkannya peredaran barang haram itu.

“Narkoba sudah darurat, dalam kasus ini saya meminta agar jangan berhenti cuma di pengedar DD itu, tapi gembong bandarnya juga harus dicari dan diungkap,” kata Bakhtiar kepada awak media, Jumat (18/7/2019).

Bupati mengaku mendukung upaya besar-besaran untuk memberantas Narkoba di kedua daerah itu baik Tapanuli Tengah maupun Kota Sibolga. Menurutnya pihak kepolisian harus diapresiasi dalam menangkap bandar tersebut dan harus didukung mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

“Saya minta kepolisian, ini jangan ada pelaku hantu, maksudnya barang ini dari siapa? Tak tahu dari siapa, itu mustahil. Karena ini (DD-red) terpenjara, masuk penjara, keluar, kasusnya narkoba,” katanya.

Bakhtiar juga berharap upaya membongkar peredaran Narkoba direspon lembaga-lembaga lain, semisal BNN, Kementrian Hukum dan HAM dan Polda Sumut.

“Ini harus dikembangkan ini siapa orang dibelakangnya. Saya mendorong agar dibentuk tim untuk mengungkap ini. Kita masyatakat Tapteng, pemerintah juga harus mendukung,” katanya.

Bupati mengaku juga sudah mendapat banyak informasi terkait peredaran-peredaran Narkoba yang dikendalikan dari Lapas Klas IIA Sibolga. Bupati agaknya menyebut nama yang menurutnya menjadi pengendali barang haram itu di dalam Lapas.

“Ini saya ada mendapat kabar, benar atau tidak biar kepolisian yang membuktikan, ini diduga berinisial NH yang bandar di dalam Lapas, yang konon dapatnya, kami dapat informasi bahwa orang dalam penjara ini luar biasa hebatnya,” beber Bakhtiar.

Karena itu, sambung dia, penyelidikan tuntas, menurutnya sangat dibutuhkan. Tim gabungan dari berbagai instansi, kata dia sangat dibutuhkan segera diturunkan. Keterlibatan siapa saja, termasuk pihak Lapas, tegas Bakhtiar harus diberi sanksi tegas.

“Harus diusut, siapa saja yang terlibat. Kalau Kalapas terlibat berserta jajarannya dalam hal ini, harus di tindak dengan cara dipecat dan dimiskinkan, tapi jika tidak terlibat atau tidak terbukti nama baiknya harus segera dipulihkan,” katanya.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *