Ini Pandangan Adian Napitupulu Tentang Wisata Danau Toba

oleh
Direktur Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Basar Simanjuntak, Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu. Foto/ Alex

Rakyatsumut.com – Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu, ngopi bareng dengan kaum millenial. Ngopi-ngopi itu sekalian membahas masalah Danau Toba, yang sejak beberapa tahun terakhir jadi konsumsi publik. Dengan tajuk “Kita Apainlah Danau Toba Ini” ngopi ngobrol ini akan dipandu Direktur Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Basar Simanjuntak.

Apa saja ya yang diobrolin aktivis 98 ini dengan generasi gadget ini? Pembaca generasi millenial, mungkin bisa ikut nimbrung di gawean yang pesertanya dibatasi ini.

“Ya generasi millenial boleh gabung, soalnya jatahnya terbatas untuk 50 orang. Free,” kata Basar kepada wartawan, Minggu (6/10/2019).

Dikatakan Basar, ngobrol bareng ini akan berlangsung di Hotel Marsingar, Balige, Tobasa, Sumatra Utara, Rabu (9/10/2019), pukul 15.00 WIB.

Ditanya apakah ngobrol bareng ini dihelat oleh BPODT, Basar menampik. “Kalau ngopi-ngopi awak aja bisalah,” katanya.

Dalam acara ngopi bareng ini, Adian menilai bahwa sebenarnya pariwisata juga merupakan industri. “Pernah ada yang ke Kediri nggak? Di situ ada Kampung Inggris. Kampung Inggris itu bukan kehendak Pemda, bukan kehendak bupati, bukan kehendak gubernur. Nah yang ingin saya sampaikan di sini, kalau kita bedah satu per satu persoalan pasti banyak bangat. Konflik lahan, industri, ini dan industri itu, masalah kultur. Kalau kita ambil papan tulis, kita bedah semua persoalan banyaknya minta ampun. Mungkin saking banyaknya nanti kita enggak berani berbuat apa-apa,” ujar Adian.

Menurut Adian, pengembangan pariwisata yang paling efektif untuk danau toba harus berdasarkan kehendak rakyat.

“Bagaimana kemudian mengubah ini menjadi kehendak rakyat. Nah itu, Kampung Inggris itu. Kehendak ini sudah ada belum sih di kita? Kehendak bersama, kehendak rakyat untuk menjadikan danau toba ini menjadi wisata  yang luar biasa? Jangan-jangan itu belum ada. Kalau itu belum ada, mau anggaran triliunan enggak jadi apa-apa. Tapi tanpa triliunan, kalau kita punya kehendak bersama, pasti bisa,” ujar Adian menanggapi persoalan polemik pengembangan pariwisata di Danau Toba.

Laporan: Rommy

sumber: medanbisnisdaily.com/ bataktoba.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *