Penyu Belimbing Sepanjang 2 Meter Lebih Disembelih di Tapanuli Tengah

oleh
Penyu Belimbing sepanjang 2 meter lebih yang disembelih warga di Tapanuli Tengah. Foto: istimewa

Rakyatsumut.com,  Konflik Penyu dan manusia di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali terulang. Kali ini dialami seekor Penyu Belimbing bernama latin Dermochelys Coricea, berbobot 213 kilogram.

Penyu berjenis raksasa sepanjang 2,13 meter ini disembelih warga di Desa Sosorgadong, Kecamatan Sosorgadong.

“Kita dapat informasi dari warga ada Penyu Belimbing, tapi kita terlambat melakukan penyelamatan, Penyu sudah mati, lehernya dipotong,” ungkap Ketua Kelompok Konservasi Pantai Binasi, Budi Sikumbang kepada wartawan, Minggu (29/12/2019) malam.

Budi mengaku berada di lokasi bersama Danpos TNI AL Sorkam mengecek informasi tersebut dan menemukan Penyu tersebut sudah mati.

Dia menuturkan, dari informasi yang diperoleh, Penyu dengan lebar 1,25 meter itu ditangkap mantan Kepala Desa setempat saat hendak bertelur di pantai tak jauh dari Pulau Pane.

“Katanya pas mau bertelur ditangkap, lalu dijual ke warga di sini (Desa Sosorgadong) dengan harga Rp25 ribu per kilogram,” kata Budi.

Terpisah, Sekretaris Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) Prima Pohan menyesalkan konflik Penyu masih terjadi, bahkan menyebabkan Penyu langka berjenis Belimbing menjadi korban.

“Kita berharap agar ada tindakan tegas atas konflik ini, upaya pencegahan berarti belum maksimal, dan masyarakat belum mendapat pemahaman yang paripurna soal Penyu dan keterancamannya,” kata Prima.

Dikutip dari Wikipedia, Penyu Belimbing merupakan jenis penyu raksasa dan satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup. Penyu ini merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya. Penyu belimbing dikenal oleh beberapa masyarakat dengan sebutan penyu raksasa, kantong atau mabo. Nama umumya dalam bahasa inggris adalah Leatherback sea turtle.

Sementara itu, konflik Penyu dan Manusia di Tapanuli Tengah bukan kali ini terjadi. Beberapa waktu lalu, 3 kali kejadian sempat terekspose, dimana 2 ekor Penyu berhasil diselamatkan sementara 1 ekor juga mengalami nasib naas dan dimakan warga.

Kasus ini pun mengundang reaksi sejumlah komunitas lokal mendorong agar upaya pencegahan dilakukan.

Laporan: Oktaf

One thought on “Penyu Belimbing Sepanjang 2 Meter Lebih Disembelih di Tapanuli Tengah

  1. Miris melihat kejadian ini. Saya pikir setelah adanya sosialisasi dan kerja sama dgn pemkab Tapteng dalam perlindungan hewan langka (penyu) maka warga pesisir disana bisa paham dan mau peduli. Bahkan disana sudah dilakukan pembangunan sarana prasarana konservasi penyu. Dan sangat sangatt disayangkan pelakunya adalah mantan kepala desa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *