Peringati Hari Bumi, Komantab Berhasil Letakkan 9 Boks Artificial Reef di Perairan Poncan

oleh
Keterangan foto: Sejumlah anggota Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) mempersiapkan boks artificial reef/ rumah ikan atau terumbu buatan yang akan diletakkan di dasar perairan Pulau Poncan. Foto/ dokumentasi Komantab

Rakyatsumut.com, Sebanyak 9 boks karang buatan (artificial reef) berhasil diletakkan di dasar laut perairan Pulau Poncan, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Peletakan 9 boks rumah ikan tersebut diletakkan saat berlangsung Peringatan Hari Bumi yang digelar Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) Sabtu (27/4/2019) hingga Minggu (28/4/2019).

“Sembilan unit boks beton itu diletakkan secara paralel di kordinat yang berdekatan. Proses peletakan berhasil dan sukses,” kata Kordinator Peringatan Hari Bumi Komantab, Harry Alfauzan Manalu kepada wartawan di Sibolga, Senin (29/4/2019).

Fauzan mengaku, awalnya boks rumah ikan bermaterial beton itu direncanakan berjumlah 10 unit. Namun 1 unit mengalami kerusakan karena teknis.

“Ada 1 boks yang gagal diletakkan karena material rusak, tapi ya 9 unit itu sudah cukup di awal ini untuk menjadi cikal bakal kegiatan rehabilitasi karang dan jenis ekowisata baru perairan Pulau Poncan,” kata Fauzan.

Dia mengatakan, peletakan artificial reef tersebut tidak selesai disitu saja. Menyusul penanaman bibit terumbu dengan sistem cangkok.

“Paska peletakan, kita akan susun jadwal ke depan mencari bibit terumbu dan menanamnya di rumah ikan tersebut. Memang harus bertahap ya, tapi akan kita lakukan, tinggal nunggu waktu saja,” katanya.

Ini Pentingnya Rumah Ikan Buatan Dalam Konsep Rehabilitasi Terumbu Karang

Koordinator Menjaga Pantai Barat (Komantab) Maecenas Doni menjelaskan cara kerja rumah ikan buatan dalam konsep rehabilitasi terumbu karang dan bawah laut yang mengalami kerusakan.

Dia mengatakan, artificial reef yang diturunkan tersebut akan menjadi subtrat atau tempat bertumbuhnya karang, meski harus diakui proses pertumbuhan karang memang membutuhkan waktu yang sangat panjang.

“Terumbu karang itu tumbuh puluhan tahun karena karang hanya tumbuh 2 sentimeter per tahun,” kata Doni.

Dia menjelaskan, sedimentasi dan sampah laut (marine debris) terutama sampah plastik menjadi tantangan tersendiri dari upaya rehabilitasi yang sedang dilakukan. Kendati, ia mengaku optimis, bahwa apa yang dilakukan pihaknya adalah salah satu upaya dalam komitmen mengkampanyekan penyelamatan kawasan di Pantai Barat.

“Untuk kondisi perairan di sekitar Poncan sudah banyak faktor pembatas salah satunya sedimentasi. tingkat keberhasilan mudah-mudahahan tinggi untuk jenis karang yang tahan terhadap sedimentasi karena di lokasi itu (karang jenis tertentu) masih ada ditemui. Sampah plastik juga ikut berpengaruh terhadap keberangsungan hidup karang”, katanya.

Poncan Marine Resort Dukung Aksi Hari Bumi Komantab

Representatif Owner Poncan Marine Resort Juliana, mengaku mengapresiasi apa yang dilakukan Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab). Dimulai dari aksi berkemah di pinggir laut, aksi bersih pantai, diskusi grup terkait lingkungan, penanaman artificial reef hingga deklarasi menjaga lingkungan.

“Tentu kita sangat mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman komunitas, dan kita berharap aksi-aksi bermuatan kampanye penyelamatan lingkungan seperti ini semakin sering dilakukan,” katanya di Poncan, Minggu (28/4/2019).

Juliana menyebut, sebagai bentuk dukungan aksi penyelamatan lingkungan seperti yang dilakukan Komantab, pihaknya berkomitmen mengelola resort di Poncan dengan memerhatikan dengan ketat manajemen pengelolaan sampah.

“Misalnya pembersihan pantai dan areal juga rutin dilakukan, sarana tong sampah juga disediakan di sepanjang pantai, kita ada petugas yang khusus untuk itu,” katanya.

Kemah Hari Bumi Mendapat Dukungan Lintas Lembaga di Sibolga dan Tapanuli Tengah

Aksi Kemah Hari Bumi yang dilaksanakan Konunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) dengan bermacam aksi yang dilakukan mendapat dukungan banyak pihak.

Meski bukan bersifat sponsorhip dengan pendanaan yang kuat, dukungan berbagai lembaga yang ikut terlibat baik teknis dan dukungan moril diakui berkontribusi positif.

“Banyak lembaga ya, walau bantuan ada yang berupa alat, dukungan dana walau kecil, tapi sangat membantu suksesnya acara yang kita lakukan,” ujar Ketua Panitia kegiatan Fauzan yang juga Ketua Official CISC (Chelsea Indonesia Supporter Club Indonesia) Regional Sibolga-Tapteng ini.

Fauzan mengatakan, berbagai lembaga yang mendukung dan terlibat kegiatan tersebut diantaranya Poncan Marine Resort yang telah memfasilitasi tempat kegiatan, Dinas Perikanan dan Kelautan Tapanuli Tengah, Bank Sumut, Bank BRI, Dinas P2KB kota Sibolga, Dinas Pariwisata Tapanuli Tengah.

Berlanjut, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang KKP RI, Official CISC (Chelsea Indonesia Supporter Club Indonesia) pusat, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) pusat, Sidecomm EO, Lindung Organizer, Pos SAR Sibolga, STPK Matauli, Komunitas Pinggir Laut, Milanisti Mandailing Natal, MIPALA (Milanisti Indonesia Pecinta Alam), Horas diving club, Tapanuli Diving Club, SAKA KENCANA DPPKB Sibolga, Miracle Motor Community Batangtoru.

Kemudian SMA N.1 SORKAM BARAT, Komunitas Pecinta Alam Labuan Angin (KEPALA), AVBI, BTMC Batangtoru Motor Community, BUTTERFLY ZOOMLENS BATANGTORU

“Kegiatan juga menggandeng media partner Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng dan televisi kebajikan DAAI TV,” tutup Fauzan.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *