Sudah Dipenjara, Syukran Tanjung Kembali Dilaporkan

oleh
Ahmad Ahlan Tarihoran saat menunjukkan berkas laporan dugaan penipuan yang dilakukan Syukran terhadap dirinya. Foto/ istimewa

Rakyatsumut.com – Meski sudah berada di dalam penjara karena disangkakan melakukan dugaan penipuan, Syukran Jamilan Tanjung kembali dilaporkan. Kali ini oleh Ahmad Ahlan Tarihoran.

Ahmad mengungkap pelaporan mantan Bupati Tapteng itu ia lakukan ke Polres Tapanuli Tengah kepada awak media di Pandan, Kamis (28/3/2019). Laporan kali ini juga menyangkut kasus serupa, yakni dugaan penipuan. Ahmad membuat laporan itu kemarin Rabu (27/3/2019).

“Iya benar, Syukran Jamilan Tanjung resmi telah saya ke polres Tapteng atas dugaan penipuan,” kata Ahmad.

Ahmad didampingi Amin Jemayol saat mengungkap dugaan penipuan tersebut. Dia menjelaskan, awal perkenalan dirinya dengan Syukran melalui mediasi seorang ajudan Syukran kala menjabat sebagai Bupati Tapteng.

Dari pertemuan itu, Syukran pun menjanjikan akan memberikan paket proyek kepada dirinya. Namun pasca janji itu, beberapa bulan kemudian Syukran meminta uang, nilainya sebesar Rp60 juta.

“Salah satu ajudannya (Syukran) meminta uang kepada saya sebesar Rp60 juta, kata ajudannya, Syukran lagi butuh uang,” ungkap Ahmad.

Ahmad mengaku menyanggupi permintaan uang tersebut. Ia memberikan uang itu kepada ajudan tersebut di satu tempat di kota Sibolga.

“Pertemuan pertama itu kalau nggak salah di salah satu warung kopi di Kota Sibolga, dan disana saya menyerahkan uang yang diminta Syukran,” beber Ahmad.

Usai meminjam Rp60 juta, ajudan Syukran kembali menghubungi dirinya. Dan lagi-lagi mengaku bahwa Bupati Syukran meminta uang Rp50 juta. Ahmad kembali menyanggupi dan menyerahkan uang itu di terminal terpadu Pandan.

“Ada teman saya yang menyaksikan penyerahan uang itu kepada salah satu ajudan Syukran,” ucapnya.

Belakangan Ahmad merasa tertipu, meski ia menagih paket proyek yang dijanjikan, namun hingga akhir masa jabatan sebagai Bupati Tapanuli Tengah, paket proyek yang dijanjikan Syukran tak kunjung ia terima.

Ahmad menyebut dirinya sudah sabar menunggu itikad baik Syukran untuk mengembalikan uang tersebut. Namun hingga hari ini, Syukran tak kunjung memberi kabar.

“SMS dari saya baik melalui selular maupun WA nggak ada ditanggapinya. Bukti rekaman juga ada sama saya ketika saya meminta uang itu dikembalikan,” kata Ahmad.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *