BPJS Kesehatan dan Pemko Sibolga Sepakat Turunkan Rasio Rujukan di Puskesmas

oleh

Rakyatsumut.com  – Sebagai upaya optimalisasi peran pemerintah daerah dalam rangka pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di wilayah Kota Sibolga. BPJS Kesehatan Cabang Sibolga beserta Pemerintah Kota Sibolga menggelar kegiatan Forum Kemitraan dan Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Utama Kota Sibolga Tahap I Tahun 2019, Selasa (14/05).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga Rudhy Suksmawan Hardhiko menyampaikan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan Cabang Sibolga dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS di Wilayah Kota Sibolga. Pertama, pendapatan iuran yang belum optimal, hal ini disebabkan kemampuan dan kemauan peserta untuk membayar iuran masih sangat rendah. Upaya yang telah dilakukan adalah dengan mewajibkan peserta untuk melakukan pembayaran melalui metode autodebet.

Kedua, ekspektasi peserta yang terus meningkat terhadap Program JKN-KIS. Ketiga, peningkatan biaya pelayanan kesehatan yang salah satu penyebabnya adalah rasio rujukan yang tinggi dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Optimalisasi sarana dan prasana di FKTP merupakan salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut.

“Beberapa hal yang akan kita tindaklanjuti untuk Kota Sibolga antara lain masih terdapat potensi perluasan peserta di tahun 2019, masih terdapat peserta segmen PBPU Kelas III yang menunggak, serta terjadi peningkatan rasio rujukan di Kota Sibolga khususnya di Puskesmas dalam 2 tahun terakhir,” katanya.

“Kami pada prinsipnya sangat membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama Pemerintah Kota Sibolga untuk menyelesaikan permasalahan dalam implementasi Program JKN-KIS di wilayah Kota Sibolga,” timpal Rudhy.

Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Asisten II Pemerintah Daerah Kota Sibolga Hendra Darmalius menyampaikan, Pemerintah Kota Sibolga dalam berupaya menurunkan rasio rujukan di wilayah Kota Sibolga.

“Kami akan fokus untuk menurunkan rasio rujukan yang tinggi di Puskesmas dengan melakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan, IDI, serta BPJS Kesehatan agar kedepan pelayanan kesehatan di tingkat primer dapat lebih optimal,” jelas Hendra.

Bertempat di Aula Nusantara Kantor Walikota Sibolga, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang didampingi Asisten II Pemko Sibolga, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Direktur RSU DR FL Tobing Sibolga, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sibolga. (Humas BPJS Kesehatan/ Boy Andika).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *