447 Ekor Babi Mati Akibat Virus Hog Cholera di Kabupaten Karo

oleh
Petugas melakukan Bio Security Kandang di Kandang Babi di Karo. Foto istimewa

Rakyatsumut.com – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Sumatera Utara mencatat setidaknya ada 447 ekor babi yang mati terserang wabah atau virus Hog Cholera sejak sebulan belakangan.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo Siska Tarigan menyebutkan kematian ternak babi terjadi di dua wilayah, yakni Kecamatan Kabanjahe dan Kecamatan Laubaleng.

“Jumlah babi mati ada 447 ekor yang terjadi di dua kecamatan. Dan mayoritas terjadi di Kecamatan Laubaleng,” kata Siska, saat melakukan penyuluhan dan penyemprotan kandang di Karo, Selasa (12/11/2019).

Menurut Siska Tarigan, berdasarkan investigasi pihaknya, Laubaleng menjadi kecamatan yang paling banyak terinfeksi Hog Cholera lantaran lokasi yang berbatasan dengan Kabupaten Dairi.

“Informasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut kan penyebaran yang paling banyak ada di tiga kabupaten dan salah satunya Dairi. Nah karena kecamatan tersebut berdekatan dengan Dairi, makanya lebih cepat,” ungkapnya.

Dalam upaya pencegahan penularan virus Hog Cholera, pihaknya telah melakukan desinvectan dengan menyemprot kandang babi yang ada di Kecamatan Laubaleng, Tigapanah dan Kecamatan Kabanjahe. Serta melakukan sosialisasi langkah mengantisipasi penyebaran virus.

“Penyemprotan kandang ini sebagai langkah yang tepat untuk mengurangi dan mengantisipasi penyebaran wabah penyakit terhadap babi ini,” kata Siska.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo mengimbau kepada para peternak yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan penyemprotan desinvectan terhadap kandang minimal dua kali dalam seminggu. Selain itu, pemberian vitamin dan tetap menjaga kebersihan kandang menjadi hal yang tepat mencegah penularan wabah.

“Kita menyarankan kepada peternak agar melakukan penyemprotan di kandang setidaknya dua kali setiap pekan. Hal lain yang bisa dilakukan adalah membatasi orang masuk kandang dan pakan yang akan diberikan harus benar-benar matang,” pungkasnya.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *