Badan Narkotika Test Urine di Lapas Klas IIA Sibolga

oleh
Petugas BNNK Tapsel saat menguji urin pegawai dan warga binaan di Lapas Klas IIA Sibolga. Foto istimewa

Rakyatsumut.com, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan menggelar tes urin di Lapas Klas IIA Sibolga, Jumat (8/11/2019).

Tes itu dipimpin kepala seksi rehabilitasi BNNK Tapsel Ibrahim Harahap. Sebanyak 92 orang, terdiri dari Pegawai 57 orang dan Warga binaan 35 orang yang dipilih secara acak.

Ibrahim menjelaskan, tes urine dilakukan untuk bersinergi bersama Lapas Sibolga dalam penaganan dan pemberantasan narkoba di dalam penjara.

Dia menerangkan, dari tes tersebut akan diketahui pola penanganan yang dilakukan kepada penggguna Narkoba. Menurut dia, sesuai undang-undang 35 pasal 54, terhadap pengguna wajib untuk direhabilitasi.

“Yang dimaksud hanya pengguna narkoba bukan bandar narkoba ya atas ijin Kalapas sendiri,” kata Ibrahim.

Dia menjelaskan, sistem rehabilitasi ada dua bagian yaitu rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap. Tempat rawat inap berada di Lubuk Pakam dan untuk rawat jalan di BNN Tapanuli Selatan tepatnya di klinik pratama, di Rumah sakit Padang Sidimpuan dan di Rumah sakit Tapanuli Selatan.

“Kalau di rumah sakit lain, belum ada dilatih oleh BNN untuk menangani sebagai asesor dan konseling dari masalah Narkoba ini,” tutup Ibrahim.

Sementara itu Kalapas Klas IIA Sibolga, Mulyadi, mengatakan tes itu sebagai komitmen untuk terus memerangi dan mencegah narkoba masuk dan beredar di dalam penjara.

“Kita telah berkomitmen dari awal jangan sampai hal itu terjadi, walaupun ada selalu berita miring kesannya lapas ini selalu bekap narkoba,” katanya.

Dengan mengundang BNNK, kata dia, pihaknya ingin menunjukkan bukti bahwa Lapas serius soal perang terhadap barang haram itu.

“Kita perlihatkan bahwa pegawai kami sudah berkomitmen untuk bersih dari narkoba, jadi dimulai dari pegawainya dulu, bagaimana kita mau nyuruh warga binaan kalau pegawainya sudah kenak, kalau sudah bersihkan enak kita nyuruh” katanya.

Kalapas Klas IIA Sibolga, Mulyadi. Foto istimewa

“Dan dari hasil yang kita terima dari tes itu, hasilnya negatif, tak ada yang positif,” timpal Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi menerangkan, pihaknya terus berupaya agar Lapas terbebas dari Narkoba. Menurutnya SOP sudah dilakukan, dimulai dari luar dimana setiap mengujung yang hendak bertamu, digeledah baik barang bawaan maupun pemeriksaan badan.

Mulyadi tak menampik ketersediaan alat yang kurang lengkap, seperti alat untuk menggeledah. Pemeriksaan yang dilakukan hanya secara manual.

“Barang (Narkoba) itukan kecil, kadang-kadang kita tidak bisa mengatisipasi barang yang kecil itu. Seperti apa kita bisa diteksi,” ungkap Mulyadi.

Dia menyebutkan di dalam lapas terdapat sebanyak 1.206 orang, dimana 900 orang terkait kasus narkoba, baik pemakai, pengedar dan kategori bandar.

Disinggung adanya pengakuan tersangka yang menuding mendapatkan Narkoba dari Lapas, Mulyadi meminta agar ada pembuktian.

“Kalau dari pegawai kita berkomitmen bersama, tidak ada pegawai yang menjadi penghianat. Kalau ada pegawai yang menjadi penghianat dengan memasukan handphone dan sebagainya, kita langsung kirim ke kanwil untuk dibina, ngapain disini kalau tak bantu kita? ya harus kita proses,” urainya.

Mulyadi mengungkap pengalamannya atas tuduhan Lapas sebagai sumber Narkoba. Ia mengaku pernah ditemui sebanyak 6 orang dan memperlihatkan beberapa video. KPLP mendampingi dirinya saat itu.

Kata Mulyadi, orang-orang tersebut menunjukkan video pengakuan seseorang yang mengaku selama dalam pembinaan diperas oleh pihak lapas. Orang itu juga menyebut narkoba beredar di dalam lapas.

Mulyadi mengaku saat itu meminta agar video tersebut dilaporkan saja ke pihak berwajib agar diproses hukum.

“Kenapa bapak bahwa laptop ini kesini, kalau memang ada indikasi yang bersangkutan ada peredaran di dalam, lapor kepolisi, nanti polisi yang datang kesini. bukan bapak? ternyata nuansanya ingin melakukan pemerasaan,” kata Mulyadi menirukan jawabannya kepada orang-orang itu.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *