Bakhtiar: Masyarakat Tapteng Silahkan Lapor Jika Tau Bandar Narkoba

oleh

Rakyatsumut.com – Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan sekitar 10 ribu masyarakat Tapteng telah terkena pengaruh narkoba.

“Menurut laporan yang masuk kepada kami dari sekitar 350 ribu penduduk hampir 10 ribu orang sudah terkena narkoba, oleh sebab itu hari ini saya sampaikan kita perang dengan yang namanya narkoba,” kata Bakhtiar dalam sambutannya di puncak HUT Tapteng ke 74 tahun yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Pandan, Sabtu (24/08/2019).

Dijelaskannya, dari jumlah pengguna narkoba tersebut, diperkirakan ada ratusan milyar pengeluaran hanya untuk mendapatkan barang haram itu.

“Kalau 10 ribu itu dikalikan 100 ribu Rupiah dalam satu hari sudah satu milyar, dalam satu bulan sebanyak 30 milyar, maka satu tahun sudah mencapai 360 milyar uang yang habis di Tapanuli Tengah hanya untuk narkoba, oleh sebab itu mari kita bersatu berikan informasi kepada pihak kepolisian, tentang pengguna dan Bandar Narkoba,” jelasnya.

Ia menghimbau masyarakat Tapteng agar terus melakukan sosialisasi untuk melawan narkoba, karena sangat berbahaya untuk kesehatan.

“Rapatkan barisan, sosialisasikan di gereja maupun di mesjid. Ingat, hari ini bukan kita, tapi esok keluarga kita, saudara kita, tetangga kita, yang kena dengan yang namanya narkoba, selain merusak mental masa depan juga merusak ekonomi di Kabupaten Tapanuli Tengah, ayo sama sama memberantas,” katanya.

Bakhtiar berharap, bagi pengguna dan pengedar narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat ditindak tegas oleh pihak kepolisian.

“Kami mendukung pak Kapolres untuk mengambil tindakan tegas, kami yakin dan percaya pak Kapolres sanggup untuk membasmi ini dengan gabungan TNI/Polri, mulai hari ini pak Kapolres, kami ingin membaca di media bahwa ada bandar narkoba ditembak mati di Kabupaten Tapanuli Tengah ini,” harapnya.

“Saya tidak peduli tidak menjadi bupati besoknya lagi, saya tidak bermimpi jadi bupati, tapi saya ingin mencetakkan sebuah sejarah bahwa kita berani melawan narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah,” pungkasnya.

Laporan: rommy

Sumber: wa group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *