Butuh Dana Berkisar Rp3 Miliar, Gereja HKBP Pandan Bakal Jadi Ikon Wisata Rohani Tapteng

oleh
Rancangan Gereja HKBP setelah rampung.

Rakyatsumut.com – Gedung Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pandan tampak berdiri megah di tengah kota Pandan, Ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun bangunan yang diproyeksikan menjadi ikon wisata rohani itu, belum tuntas hingga sekarang.

Pembangunan Gereja HKBP ini sudah melalui selama 4 jaman bupati yakni, sejak Tuani Lumbantobing, Bonaran Situmeang, Sukran Tanjung dan sekarang Bakhtiar Ahmad Sibarani. Hingga saat ini, untuk merampungkan pembangunan gereja HKBP ini, dibutuhkan dana sekira Rp3 miliar agar bangunan gereja rampung.

Tampak rancangan bangunan gereja HKBP Pandan dari atas.

Memang, sejak diprakarsai era Bupati Tuani, Pemerintah Kabupaten pernah mengucurkan anggaran Rp 1 miliar, kemudian tahun 2016 sebesar Rp 150 juta dan tahun 2018 sebesar Rp 150 juta. Padahal taksasi yang dibutuhkan senilai Rp 6 miliar.

Tetapi, bukan berarti tanpa dukungan penuh pemerintah sehingga pembangunan gereja berhenti, tidak! Jemaat spontanitas berpartisipasi memberi sumbangan dana hingga Rp 3 miliar, supaya pengerjaannya berlanjut dan sekarang progres fisik sudah mencapai 63 persen.

Ketua Pembangunan gerejaa HKBP Pandan, Kolose Harahap yang kepada wartawan menjelaskan, gereja HKBP Pandan ini memiliki jemaat 400 Kepala Keluarga (KK), untuk pembangunan ini, pihak menargetkan pembangunan selesai pada tahun 2020. Dia pun meminta dukungan doa dan materi dari semua pihak.

Dijelaskan, saat ini pengerjaan sedang memasuki tahap pengerjaan bagian dalam gedung berupa pembuatan lantai, plafon, bangku dan altar. Panitia, sebut Kolose, tetap bertekun dalam iman untuk perampungan pembangunan gereja supaya kebutuhan dana dapat terealisasi.

Dia berharap, dukungan doa dari semua pihak, tidak hanya jemaat namun semua yang berkeinginan menjadikan HKBP Pandan menjadi ikon Wisata Rohani Kristen di Tapanuli Tengah.

“Kita berharap HKBP Pandan ke depan menjadi tempat “partungkoan” semua masyarakat Kristen yang datang berkunjung ke Tapanuli Tengah, tempat bersilaturahmi sekaligus memuji Tuhan,” bebernya.

“Untuk merampung ini, tentu kami sangat membutuhkan campur tangan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Provinsi Sumatera Utara. Inikan bakal jadi Icon wisata Rohani. Dan ini adalah salah satu bentuk dukungan kami kepada Pemkab Tapteng dan Provinsi Sumatera Utara, untuk itulah kami butuh campur tangan pemerintah,” pungkasnya.

 

Laporan: Rommy/ rilis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *