Dolly: Pakai Kartu KIS Maupun Digital, Kami Tetap Dilayani dan Dijamin

oleh
Dolly dan keluarganya. Foto: istimewa

Rakyatsumut.com, Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejatinya memang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali dan tidak pandang bulu. Program ini merupakan komitmen serius pemerintah dalam memastikan rakyat Indonesia mendapat kebutuhan paling dasar yaitu perlindungan kesehatan.

Banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaat akan hadirnya Program JKN-KIS. Salah satunya, Doly Pranto, warga Dusun ll Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Ketika menyambangi kediaman Doly pada Selasa (24/12), ia menceritakan kesan dan pesan yang ia rasakan saat memperoleh pelayanan sebagai peserta JKN-KIS ketika istrinya sedang hamil.

“Alhamdulillah, waktu kelahiran anak pertama saya kemarin kami menggunakan kartu JKN-KIS. Kami merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan kepada kami. Syukurnya anak saya lahir dengan sehat dan istri saya juga dalam kondisi yang sehat juga seusai proses lahiran,” ujar Doly.

Pria berusia 27 tahun ini menjelaskan bahwa pada saat proses lahiran istrinya ia tidak merasakan sedikitpun dipersulit, atau diperlakukan secara berbeda pada saat memperoleh pelayanan. Doly mengaku bahwa ia hanya mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan.

“Saya ikut aja ketentuan yang diberlakukan saat itu, sama sekali tidak ada masalah bang. Semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan dari perawatan istri saya sampai obat-obatan juga ditanggung,” jelas Doly.

Ayah dari satu orang anak ini menyampaikan bahwa ia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2014, tepat saat Program JKN-KIS pertama kali diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Namun, pada saat itu ia masih terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Sejak tahun 2017, ketika ia mulai bekerja barulah ia turut berkontribusi membayarkan iuran dari penghasilannya setiap bulan yang dipotong dari gaji. Saat ini Doly terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) di kelas 2.

Doly juga menceritakan pengalaman uniknya ketika ia lupa membawa kartu JKN-KIS saat membawa istri berobat di rumah sakit.

“Waktu itu istri lagi hamil muda, tiba-tiba kondisi badannya lemas. Langsung saya larikan istri saya ke rumah sakit. Karena buru-buru saya lupa bawa dompet, padahal kartu JKN-KIS saya ada disitu. Untungnya waktu itu saya bawa handphone, langsung saya tunjukkan saja kepada petugas rumah sakit kartu JKN-KIS digital yang ada di Aplikasi Mobile JKN. Alhamdulillah langsung dilayani waktu itu,” tutur Doly.

Menutup perbincangan, Doly menyampaikan harapannya agar Program JKN-KIS dapat tetap terus terselenggara agar dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh perlindungan kesehatan.

Laporan: Boy Andika/ Rilis Humas BPJS Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *