Harga Karet Mulai Naik, Omset Pengrajin Pisau Sadap Meningkat

oleh

Rakyatsumut.com – Pengerajin pisau sadap di Tapteng, provinsi Sumatera Utara kini mulai bernafas lega. pasalnya omset pisau sadap mereka mengalami peningkatan dari sebelumnya.

“Ada peningkatan omset penjualan dibanding dua bulan lalu, sekarang kami bisa menjual 20 lusin/minggu, kalau dulu tidak menentu malah kadang tidak ada yang laku sama sekali, sehingga kami sering menganggur karena tidak ada pesanan dari pelanggan,” ujan Robin Situmeang seorang pengrajin pisau sadap di kecamatan Sorkam, sabtu (6/7/2019).

Disebutkan, dirinya memproduksi pisau sadap secara manual dengan seorang rekan kerjanya, mampu memproduksi 20 lusin/minggu. kemudian dijual kepada pelanggan mereka disejumlah sentra perkebunan karet, seperti Pinangsori, Manduamas dan Padang Sidempuan. meskipun omset penjualan sudah mulai naik, namun harga pisau deres yang diproduksi masih tetap seharga Rp240.000/lusin.

“Kami bekerja lima hari dalam satu minggu, dan kami mampu memproduksi 4 lusin setiap minggu dengan harga Rp240.000/lusin. Harga ini kami pertahankan, agar pelanggan kami tetap terjaga dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Dalam pembuatan pisau sadap pengrajin menggunakan bahan baku besi, yang terbuat dari per mobil bekas. Semua baham dibeli dari kota Sibolga kemudian dinakar dengan arang kayu yang dibeli dari pengrajin arang kayu setempat .
(Mamondang Simanungkali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *