Ini Jadwal Pelamaran ASN Jalur PPPK  

oleh
foto ilustrasi

Rakyatsumut.com – Hingga saat ini, pendaftaran sebagai Aparatur Sipil Negara dari jalur PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) secara online belum bisa dilakukan, hal ini disebabkan karena peraturan menteri PANRB yang harusnya menjadi dasar hukum penerimaan PPPK belum diterbitkan.

 

“Situsnya memang sudah dibisa dibuka, tapi belum bisa dilakukan pendaftaran,” kata Petugas Humas BKN yang dikutip dari laman resmi sekretariat kabinet, senin (11/2/2019).

 

Sesuai dengan penjelasan di situs resmi sekretarian kabinet itu, Peraturan Menteri PANRB tentang teknis penerimaan PPPK kemungkinan terbit Selasa, 12 Februari 2019. Setelah terbit, baru pendaftaran dapat dilakukan.

 

Sebelumnya, Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan pendaftaran PPPK bakal  dimulai sejak Jumat sore pukul 16.00 WIB di https://sscasn.bkn.go.id. Dikutip dari Sumutkota.

 

Muhammad Ridwan menerangkan, bagi masyarakat yang ingin mengikuti, diwajibkan harus memiliki persyaratan tertentu. Misalnya, pendaftar formasi penyuluh pertanian paling mentok harus memiliki usia 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang akan dilamar.

 

“Penyuluh pertanian juga harus mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMK bidang Pertanian atau SLTA plus sertifikasi di bidang pertanian,” kata Ridwan.

 

Kepada para tenaga pendidik, peserta harus memenuhi syarat minimal S1, dan masih aktif mengajar, atau supaya lebih jelas silahkan klik laman http:/ /info.gtk.kemdikbud.go.id.

 

Setelah itu, untuk posisi tenaga kesehatan, peserta harus mempunyai kualifikasi pendidikan minimal D-Ill bidang Kesehatan. Serta harus mempunyai STR yang masih berlaku dan bukan STR internship. Syarat tersebut dikecualikan untuk lulusan pada bidang Epidemiolog, Entomolog, Administrator Kesehatan dan Pranata Laboratorium Kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan D-lll/S-l Kimia/Biologi.

 

“Dalam rekrutmen PPPK kali ini, pemerintah mengutamakan pada beberapa jabatan termasuk pegawai tenaga penyuluh, dosen perguruan tinggi baru, serta eks Tenaga Honorer Kategori ll (eks THK-Il) untuk jabatan guru (termasuk Guru Kementerian Keagamaan) dan tenaga kesehatan,” kata Ridwan yang dikutip dari tempo.

 

Sumber: Sumutkota

Laporan; Rommy

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *