Jelang Musda KNPI, Samsir Pohan Bertemu Akbar Tanjung

oleh
Samsir Pohan saat bertemu dengan Akbar Tanjung. Foto: Istimewa

Rakyatsumut.com, Ketua Umum Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 1978-1981 Akbar Tandjung mengaku gembira saat mengetahui Samsir Pohan maju sebagai calon ketua KNPI Sumatera Utara.

Menurutnya, sosok Samsir yang memiliki latar belakang aktivis mahasiswa sudah sewajarnya memimpin KNPI Sumut. Musda KNPI Sumut untuk memilih ketua baru ini akan digelar pada 28-29 September mendatang, dan akan dihadiri oleh ketua umum DPP KNPI Haris Pertama.

“Bagus itu. Sudah tepat. Saya dukung adinda Samsir. Karena memimpin KNPI butuh orang berlatar belakang organisasi yang cukup dan mampu merangkul serta mengambil peran strategis khususnya dalam mensukseskan program pemerintah”, kata Akbar di sela acara Latihan Kader III (Advanced Training) HMI tingkat nasional kemarin (3/9) di Gedung UPT Mekanisasi Pertanian Pangkalan Masyhur Medan.

Akbar menjelaskan, suasana kebersamaan, persaudaraan dan persatuan antara pemuda dan stakeholder di Sumatera Utara harus dapat dipertahankan. Sebab, hanya itu yang menjadi modal utama bagi organisasi kepemudaan ini untuk tetap terus berkiprah.

“Latar aktivis diperlukan karena akan punya gagasan-gagasan baru dan bisa menghadirkan perubahan,” tukas Akbar.

Singkatnya, Akbar menegaskan, Samsir merupakan sosok yang tepat untuk memimpin KNPI Sumatera Utara. “Dia pernah jadi Ketua Umum HMI Sumut. Memiliki pengalaman, mewakili kelompok aktivis muda, komunikatif, berpikiran terbuka dan sangat memperhatikan kebersamaan sebagai tekad yang telah dirintis oleh para tokoh pemuda pada tahun 73 lalu,” sebutnya.

Menyahuti Akbar Tanjung, Samsir mengaku tambah semangat maju sebagai ketua KNPI Sumut. “Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar bersama untuk perubahan dan masa depan pemuda serta Sumut yang lebih baik lagi. Visi pemerintah membangun desa dan menata kota juga harus bagian dari tanggung jawab pemuda”, ujarnya.

Akbar Tanjung maupun Samsir Pohan sama-sama berlatar belakang aktivis mahasiswa. Keduanya berproses di HMI dan kemudian bernaung di Partai Golkar.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *