Junli Senang Gunakan Kartu BPJS

oleh
Junli Riado Panggabean. Foto: istimewa

Rakyatsumut.com, Dukungan dari masyarakat terhadap penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan salah satu fondasi yang diperlukan dalam rangka menjaga kesinambungan program mulia ini.

Dukungan ini diperoleh tentunya berkat manfaat yang telah diterima oleh masyarakat saat menerima pelayanan di fasilitas kesehatan.

Junli Riado Panggabean (27) adalah salah satu peserta JKN-KIS yang terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang terdaftar pada kelas 2.

Ketika dikunjungi di kediamannya (26/12) di daerah Hutabalang Kabupaten Tapanuli Tengah, Junli yang saat itu ditemani oleh anak dan istrinya menceritakan kesehariannya serta pengalaman yang pernah ia rasakan saat menggunakan kartu JKN-KIS saat memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan.

Junli sehari-harinya bekerja sebagai seorang tenaga pengamanan, sehingga terkadang waktunya bekerja juga mengharuskan ia terjaga sampai dini hari. Atas dasar hal ini, ia tetap menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat dan fit agar tetap dapat melaksanakan pekerjaannya.

Namun, ia juga harus tetap memikirkan bagaimana jika sewaktu-waktu jatuh sakit pasti membutuhkan biaya untuk dapat berobat di fasilitas kesehatan. Untuk mengantisipasi hal tersebut untungnya ia beserta anggota keluarganya telah terdaftar dalam program JKN-KIS.

“Makanya sejak awal terbentuk BPJS itu bang, syukurnya aku langsung udah terdaftar. Tahun 2014 waktu pertama kali ada BPJS itu kebetulan saya udah bekerja, jadi langsung di daftarkan sama perusahaan tempat aku kerja bang, iurannya tiap bulan dipotong dari gaji saya,” ujar Junli.

Ayah dari satu orang anak ini mengaku pernah harus menjalani opname 2 hari di rumah sakit di salah satu rumah sakit di Kota Sibolga. Ketika itu ia juga menggunakan kartu JKN-KIS dalam memperoleh pelayanan.

Ketika proses kelahiran anak pertamanya, istrinya juga menggunakan kartu JKN-KIS untuk melangsungkan proses persalinannya. Junli mengatakan biaya yang harus dibayarkan bila menjalani operasi sectio caesarian adalah sekitar 10-15 juta rupiah, namun untungnya ia dan sang istri merupakan peserta JKN-KIS.

“Saya merasa sangat senang saat menggunakan BPJS saat berobat, karena apa yang kita butuhkan terpenuhi. Yang penting memang kita harus menjalani prosedur dan ketentuan yang berlaku,” jelas Junli.

Laporan: Boy Andika/ rilis humas BPJS Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *