Lomoroha Bondar: Berkat Dana Desa, Lansia Pahieme I Semakin Sehat

oleh
Kepala Desa Pahieme I, Batahiroha Simanungkalit.

Rakyatsumut.com – Berkat kucuran Dana Desa yang diprogramkan Pemerintah Pusat melalui Presiden Joko Widodo, para masyarakat yang Lanjut usia (Lasia) di Desa Pahieme I, Kecamatan Sorkam Barat, Kanupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara mengucapkan terimakasih, atas program Dana Desa yang diberikan secara langsung kepada para lansia.

Lasia Desa Pahieme I, Kecamatan Sorkam Barat, Kanupaten Tapanuli Tengah foto bersama usai melaksanakan senam.

Salah seorang lansi Desa Pahieme I, Lomoroha Bondar (63) kepada rakyatsumut.com mengatakan, selama ini mereka sudah merasakan langsung dampak dari Dana Desa. Mereka sudah semakin sehat berkat Dana Desa.

“Kami sangat senang, karena Dana Desa sudah kami rasakan secara langsung, kami diberikan seragam untuk senam termasuk sepatu, kami juga sudah melaksanakan senam sekali dalam seminggu,” ucapnya, Minggu (3/11/2019).

Ia mengaku, gagasan Pemerintah Kabupaten Tapteng, dibawah naungan Bakhtiar Ahmad Sibarani selaku Bupati sangat tepat, para lansia terlihat bersemangat.

“Kami bahagia pak, sekali seminggu kami bisa berkumpul dengan kawan-kawan lansia, saling bertukar pikiran sehabis senam, kami tertawa dan rasanya pikiran tenang saat senam. Makanya kami selalu rajin datang untuk senang, kami berdoa, kedepan agar senam lansia ini semakin ditingkatkan,” tegasnya.

Kepala Desa Pahieme I, Batahiroha Simanungkalit mengaku, bahwa tahun 2019, pihaknya banyak memfokuskan program Dana Desa untuk kesehatan masyarakat, dan Lansia, termasuk pembelian topi bagi para Lansia, pemberian makanan tambahan serta roti untuk lansia, pemberian susu dan makan tambahan untuk ibu hamil, dan balita.

“Total Lansia Desa Pahieme satu sebanyak 117b orang. Selain lansia, masih banyak program yang kita jalankan lewat Dana Desa, termasuk pemberian intensif kepada kader posyandu/ lansia sebanyak 10 orang, pemberian intensif guru PAUD sebanyak 4 orang, untuk bidang keagamaan, ada empat Gereja yakni, Gereja HKBP sebanyak 5 orang, Gereja Khatolik sebanyak 5 orang, Gereja GPMI sebanyak 3 orang, dan Gereja GPI sebanyak satu orang, dan untuk guru ngaji sebanyak lima orang.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *