Lulus Kuliah Sebelum 2014 dan Ingin Daftar CPNS? Ini Kata Warek I IAKN Tarutung

oleh
Wakil Rektor I IAKN Tarutung, Lustani Samosir (kemeja merah). Foto Rakyatsumut/ Paska Marbun

Rakyatsumut.com, Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali dibuka. Puluhan ribu pelamar berebut pendaftaran di berbagai daerah dengan bermacam formasi.

Setiap kali muncul penerimaan pegawai, Akreditasi lulusan tak jarang jadi polemik. Para pelamar kadang ragu memutuskan ikut kontestasi, akibat Akreditas ini.

Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2016 Tentang Akreditas Program Studi dan Perguruan Tinggi, Akreditas merupakan sistem penjamin mutu Eksternal sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Akreditasi merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap suatu lembaga pendidikan negeri atau swasta dan berlaku sejak 2014. Lalu bagaimana dengan tamatan sebelumnya?.

Terkait ini Rakyatsumut.com mencoba menggali informasi kepada Wakil Rektor I IAKN Tarutung, Lustani Samosir, Kamis (14/11/2019).

Lustani menjelaskan, akreditas muncul berdasarkan UU Pendidikan Tinggi Nomor 12 tahun 2012, dimana perguruan tinggi harus diakreditasi. Berlaku semenjak Agustus 2014 di seluruh Indonesia.

“Kalau ada senior-senior yang mempertanyakan soal akreditas, tanya dulu dia alumni tahun berapa? Itu akreditasi muncul semenjak ada peraturan atau perundang-undangan yang mengaturnya. Jadi  Akreditas itu hanya diwajibkan bagi alumni yang lulus Agustus 2014,” kata Lustani.

Dia menerangkan, bagi yang lulus sebelum Agustus 2014, Akreditas tidak diwajibkan. Pun, dia menyebut, khusus di kampus IAKN, para pelamar yang merupakan lulusan kampus tersebut di tahun 2012 atau sebelumnya, akan diberikan Surat Keterangan.

“IAKN Tarutung yang pada masa itu (2013) masih STAKPN sudah terakreditasi misalnya, maka alumni tahun 2013 sudah bisa meminta sertifikat akreditas. Tapi kalau dibutuhkan pun surat keterangan yang menyatakan bahwa mereka benar-benar alumni dari IAKN Tarutung, atau mereka stambuk tahun 2013 ke bawah, datang aja ke kampus, kita bersedia memberikannya,” urai Lustani.

Lebih jauh Lustani mengungkapkan, ketika dibuka pelamaran CPNS, BKN seharusnya memberikan pengumuman secara terbuka, termasuk sosialisasi kepada panitia dimana formasi dibuka. Agar tetap menerima pendaftar tanpa akreditas, yang berstatus alumni sebelum 2014, khususnya dari IAKN.

Sementara itu, saat ditanyakan akreditas IAKN Tarutung yang tidak terlampir di iakntarutung.ac.id, Lustani menjelaskan, itu disebabkan masih berlangsungnya migrasi data dari STAKPN menjadi IAKN.

“Tapi akreditas kita sudah terdaftar semenjak tahun 2013 hingga 2018, kemudian diperpanjang lagi pada 2018 silam yang akan berlaku selama 5 tahun ke depan,” tutup Lustani.

Laporan: Paska Marbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *