Rekonstruksi Pembunuhan Karyawati Bank Mandiri Syariah di Pandan

oleh

Rakyatsumut.com – Personil polsek Pandan menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap karyawati Bank Mandiri Syariah, Santi Devi Malau, Selasa (2/6/2019).

Rekonstruksi pembunuhan terhadap petugas coustumer service ini digelar di kamar kos, depan simpang Jalan Oswald Pandan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pantauan, dua pelaku yang dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Pandan tiba di lokasi sekira pukul 10.40 WIB.

* Kedua pelaku mendapat sorakan dari warga

Pelaku yang mengenakan seragam tahanan berwarna merah ini pun mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian. Sorak sorai warga pun pecah saat kedua pelaku digiring memasuki lokasi.

“Mati kau, kau tanggungjawapi perbuatan kau,” kata salah seorang warga.

*Ratusan warga dipaksa mundur oleh kepolisian

Puluhan petugas berjaga di lokasi kejadian yang telah di padati warga. Tidak sedikit warga yang hadir di lokasi merasa penasaran untuk melihat wajah pelaku.

Sesaknya kehadiran warga yang memadati lokasi membuat personil Pandan bersikap tegas. Ratusan warga yang hadir di lokasi ini pun dipaksa mundur oleh petugas kepolisian.

“Ini bukan tontonan, kami ingin mengungkap kebenaran tentang kasus pembunuhan ini. Untuk itu kami berharap kepada warga agar menjauh demi suksesnya rekonstruksi ini,” kata Kapolsek Pandan, AKP Hari.

Sebelumnya, kedua pelaku pembunuhan terhadap karyawati Bank Mandiri Syariah, Santi Devi Malau berhasil ditangkap di Satreskrim Polres Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (18/6) sekira pukul 17.30 WIB.

Pelaku atas nama Dimas Perisetiawan (20) dan Nurmayanti Nasution (18) ditangkap saat berada di Marelan, Kota Medan. Pasangan yang diketahui suami istri ini melarikan diri setelah melakukan pembunuhan terhadap petugas coustomer service.

“Kedua pelaku tiba sekira pukul 08.00 WIB tadi pagi,” Kata Kapolres Tapteng, Sukamat dihadapan wartawan saat menggelar acara konfrensi pers, Rabu (19/6).

Sukamat mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan pasangan suami istri terhadap wanita 25 tahun ini atas desakan ekonomi. Pelaku juga disebut berdekatan dengan kamar kos korban di depan simpang Aek Tolang Pandan.

“Motifnya pelaku membunuh korban karena desakan ekonomi,” jelas sukamat.

Atas pembunuhan terhadap, Santi Devi Malau yang ditemukan tewas di dalam kamar kos dengan kondisi tak wajar pada Jumat (14/6). Dalam kasus tersebut, polisi berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan.

Sukamat menyebut, sebelum pembunuhan terjadi, pelaku juga pernah masuk ke kamar korban dengan mengambil jam milik korban. Dan dalam kasus pembunuhan tersebut kata Sukamat, dua pelaku dijerat pasal 365 ayat 4 dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Setinggi-tingginya diancam hukuman seumur hidu. Dan saat ini kita akan akan lakukan pendalaman bagaimana keterlibatan istrinya, karena dalam kasus ini istri pelaku mengetahui pembunuhan ini, dan bila terbukti terlibat, istri pelaku bisa dijerat hukuman 15 tahun,” pungkasnya.

Laporan: Rommy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *