Wakapolda Mardiaz: Sumut Sudah Kondusif dan Aman

oleh
Wakapolda Sumut saat mengunjungi korban luka ledakan bom bunuh diri. Foto istimewa

Rakyatsumut.com, Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin menegaskan kondisi Sumatera Utara khususnya kota Medan sudah kondusif dan aman.

Hal itu dikatakan Mardiaz saat mengunjungi para korban luka akibat ledakan bom bunuh diri di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rabu (13/11/2019) malam.

“Sampai dengan saat ini kondisi Sumatera Utara khususnya Kota Medan dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Mardiaz.

Meski kondusif, Wakapolda mengaku pihaknya akan tetap melakukan pengawasan dan pengamanan ketat terhadap lingkungan masyarakat yang rawan.

Sebelumnya para korban yang dirawat di RS Bhayangkara, yakni Kompol Abdul Mutolib Jabatan Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Sarponi jabatan Kasubbag Bin Ops Polretabes Medan, Aipda Deni Hamdani Staf Propam Polrestabes Medan, Brigadir Juli Chandra Staf Propam Polrestabes Medan.

Kemudian Ikhwan Muliadi, masyarakat yang sedang mengurus SKCK dan Richard Purba, PHL Polrestabes Medan.

Wakapolda terlihat berbincang dengan para korban terkait teror itu. Sementara, Wakil Ketua Bhayangkari, istri Wakapolda, memberikan semangat kepada para istri para korban. Ia juga memberikan bunga dari Ketua Umum Bhayangkari Pusat. Santunan tali asih berupa sejumlah uang dan buah tangan juga diberikan.

Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution, tewas. Enam orang–menjadi korban luka. Empat diantaranya anggota Polisi dan dua masyarakat.

Pelaku yang menggunakan atribut ojek online dan mengaku hendak mengurus SKCK, sempat digeledah polisi sebelum masuk Polrestabes Medan. Penggeledahan dilakukan karena gerak-geriknya mencurigakan.

Saat itu, polisi meminta terduga pelaku membuka jaket dan tas ranselnya, namun tak ditemukan benda mencurigakan sehingga pria itu masuk ke dalam lingkungan Polrestabes.

Bom rakitan yang diledakkan di Mapolrestabes Medan terdiri atas sejumlah komponen seperti baterai, pelat besi juga paku. Material bom ini tersebar di depan kantin ruang pengurusan SKCK Mapolrestabes Medan.

Wakapolda juga menyampaikan bahwa Polda Sumatera Utara telah melakukan tindakan penggeledahan terhadap Rumah tersangka dan Rumah Mertua tersangka yang berada di Marelan, Wilkum Polsek Medan Belawan.

“Telah diakukan pemeriksaan terhadap Guru mengaji yang selama ini memberikan pembelajaran terhadap tersangka,” katanya.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *