Diduga Terjadi, Pelanggaran Pemilu di Kabupaten Nias, PDI Perjuangan Desak PSU

oleh
Surat suara yang diduga dinomori oleh Ketua KPPS di TPS 1 Desa Onozitoli Dulu, kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias Sumatera Utara. Foto: istimewa

Rakyatsumut.com, Penyelanggaraan Pemilu 17 April 2019 kembali tercoreng. Dugaan pelanggaran pemilu kembali terungkap. Kali ini diduga terjadi di TPS 1 Desa Onozitoli Dulu, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Dugaan ini diungkap Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Hiliduho, Peringatan Gea kepada Akurat.co, Minggu (28/4/2019) lewat telepon.

Peringatan mengungkap, dugaan pelanggaran Pemilu di TPS tersebut berangkat dari dicantumkannya tanda nomor salah satu caleg di surat suara yang akan diberikan kepada para pemilih saat dilakukan pencoblosan 17 April lalu.

“Kertas suara dinomorin sebanyak 35 lembar, terbukti saat dibuka (penghitungan suara-red) kertas suara tidak cacat, tapi terdapat tanda khusus (nomor-red)” ungkap Peringatan.

Dia mengatakan, sebagai saksi partai saat penghitungan suara di Kecamatan, ia telah melayangkan protes dan mempertanyakan soal dugaan pelanggaran tersebut.

“Karena saya lihat di C1, itu 35 kertas suara itu akhirnya dibatalkan,” katanya.

Peringatan menuding, pemberian tanda nomor di kertas suara dilakukan ketua KPPS di TPS 1, Desa Onozitoli Dulu bernama Amizaro Laoli. Dia menyebut, memiliki bukti foto. Bahkan pengakuan yang bersangkutan melakukan pemberian tanda tersebut juga disampaikan dihadapan KPU Nias, Bawaslu Nias dan PPK.

“Namanya Amizaro Laoli, dan dia juga sudah mengakui itu,” kata Peringatan.

Sayangnya, pasca pengakuan tersebut, Peringatan tak melihat ada tindaklanjut terkait pelanggaran tersebut hingga hari ini. Ia pun mengaku mempertanyakan hal tersebut dan mendesak agar dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dimana terjadi pelanggaran.

“Ini yang kita kejar, kenapa tidak ada tindaklanjut?” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Nias Novan Hura yang dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat whatsapp belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilayangkan.

Laporan: Oktafianus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *