Ketua NasDem Tapteng: Banyak Fitnah ke Kami

oleh
Ketua DPD NasDem Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Foto/ Rakyatsumutcom

Rakyatsumut.com, Ketua DPD Partai NasDem Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani mengaku mendapat banyak serangan fitnah seiring proses pemilu yang masih berjalan.

“Sudah banyak fitnah kami rasakan, terakhir kami dilaporkan terkait perolehan suara ibu Delmeria, kader NasDem dan anggota DPRD Sumut yang mencalon ke DPR RI,” ungkap Bakhtiar kepada wartawan di Pandan, Selasa (30/4/2019).

Dikatakan, fitnah tersebut menuding pihaknya melakukan penggelembungan suara. Misalnya tudingan perolehan suara Delmeria Sikumbang yang disebut mencapai 119 ribu suara.

“Sementara kami masih menunggu hasil rekapitulasi surat suara, dan setahu kami suara kami hanya 91 ribu, jadi ada isu, kmi disebut seolah-olah menggelembungkan suara dan menggunakan kekuasaan,” kata Bakhtiar.

Terkait ini, Bakhtiar mengatakan akan merespon tudingan fitnah tersebut. Misalnya dengan melaporkan Buyung Sitompul yang diketahui menjabat sebagai ketua harian DPD Golkar Tapanuli Tengah. Diungkap Bakhtiar, Buyung ikut menuding dirinya menggelembungkan suara.

“Jadi Buyung Sitompul siap-siap, jangan ada fitnah yang sangat keji,” tukasnya.

Bakhtiar menuturkan rencana pelaporan terhadap Buyung akan ia lakukan usai penghitungan di tingkat KPU yang masih berjalan.

“Jadi jelek nama Tapanuli Tengah karena ucapan segelintir orang yang belum tentu kebenaran beritanya tapi sudah digembor-gemborkan, jadi yang pasti saya akan adukan Buyung Sitompul dan kawan-kawan,” katanya.

Dia menambahkan, dirinya juga sedang mempelajari pernyataan Roder Nababan yang disebut sebagai pengacara yang melaporkan dirinya.

“Itu juga akan kami pelajari, jika cukup unsur juga akan kami laporkan,” imbuh Bakhtiar.

Sementara itu Bakhtiar juga mengungkap soal viralnya video kepala dinas kesehatan yang disebut-sebut membagi-bagikan uang sebelum pencoblosan 17 April lalu berlangsung. Bupati mengklarifikasi, video itu bukanlah untuk kepentingan pemilu 17 April 2019.

“Kan sudah ada surat dari KPU Tapteng ke Dinas Kesehatan yang meminta agar petugas kesehatan disiagakan. Jadi video itu tidak untuk mengarahkan memilih seseorang (caleg-red),” katanya.

Bakhtiar mengaku, apa yang dilakukan Kadis Kesehatan Tapteng hanya membantu agar para petugas bersiaga sebagaimana surat dari KPU.

“Ada nggak kartu nama dibagikan waktu itu? Kan gak ada, ada cerita caleg disitu? Kan gak ada, dan ini sedang kita lacak juga penyebar videonya,” tukas Bakhtiar.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *