Pemkab Karo Melakukan Penyemprotan Desinvectan Kandang babi Yang Terjangkit Virus

oleh

Rakyatsumut.com – Pemerintah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, melakukan langkah cepat untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah penyakit yang menyebabkan ratusan ternak babi di Karo mati.

Langkah yang dilakukan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan tersebut yakni dengan melakukan Bio Security Kandang dan kontrol jual beli ternak babi di pasaran.

Pencegahan melalui Bio Security Kandang, pihaknya telah melakukan penyemprotan desinvectan di kandang-kandang babi di wilayah yang terjangkit virus, yakni Kecamatan Kabanjahe, Tigapanah dan Kecamatan Laubaleng.

“Untuk daerah yang paling terjangkit itu ada di Laubaleng. Langkah paling tepat yakni pencegahan dengan bio security kandang, yakni dengan menyemprot desinvectan, sosialisasi dan pencegahan dengan mengecek setiap ternak babi yang akan keluar dan masuk,” kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Siska Tarigan, Selasa (12/11/2019).

Sementara itu, lanjut Siska Tarigan untuk langkah pencegahan pihaknya menurunkan petugas Keurmaster yang akan melakukan pengecekan kesehatan babi baik yang akan dijual keluar maupaun ternak babi yang masuk ke Kabupaten Karo.

“Ada pengecekan kesehatan. Kami lakukan pemeriksaan ternak yang akan diperjual-belikan dan ternak babi yang akan dipotong di setiap rumah potong hewan babi,” ujarnya.

Selain mengontrol kesehatan ternak babi yang keluar dan masuk, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo juga melarang para peternak untuk membeli babi dari luar daerah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terbiasanya wabah Hog Cholera dari daerah lain masuk.

“Kita sekarang melarang atau menyarankan kepada peternak untuk tidak membeli ternak babi dari luar kabupaten. Untuk mencegah masuknya dari daerah yang sudah terkena kasus,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Sumatera Utara, virus Hog Cholera setidaknya telah menyebabkan 447 ekor babi mati. Dimana daerah yang paling banyak terjadi di Kecamatan Laubaleng dan Kecamatan Kabanjahe, Karo.

“Jumlah babi mati ada 447 ekor hingga saat ini, terjadi di dua kecamatan. Dimana mayoritasnya terjadi di Kecamatan Laubaleng,” kata Siska.

Pihaknya juga mengimbau dan mensosialisasikan ke para peternak yang berada di kecamatan yang belum terjangkit virus Hog Cholera untuk melakukan Bio Securi y Kandang. Yakni dengan menyemprot desinvectan minimal dua kali seminggu dan selalu memperhatikan kebersihan kandang dan pakan ternak.

“Bio Security Kandang, dengan penyemprotan desinvectan, mengurangi orang luar datang ke kandang, menjaga kebersihan kandang dan memberi pakan yang telah dimasak, merupakan langkah tepat untuk mencegah penularan virus,” pungkasnya.

Laporan: Oktaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *