Polres Tapteng Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Abdul Bahri

oleh

Rakyatsumut.com – Polres Tapteng menggelar Rekonstruksi pembunuhan terhadap Abdul Bahri Simanungkalit (50) Warga Lingkungan I, Batu Mandi, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, yang ditemukan tewas dalam posisi tangan terikat di dasar laut, Rabu (3/7), sekitar pukul 10.00 WIB. Empat orang saksi dihadirkan dalam gelar rekonstruksi.

Rekonstruksi ini dilaksanakan di halaman Mapolres Tapanuli Tengah, jalan Faisal Tanjung, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dan di hadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arpan CP SH, dari Kejaksaan Negeri Sibolga, Penasehat Hukum tersangka Parlaungan Silalahi SH dari LKBH Sumatera, keluarga korban.

Dalam rekonstruksi terungkap, aksi pembunuhan terhadap Abdul Bahri Simanungkalit sebagai adik kandung tersangka SS alias BS (62) dan kemanakannya NS alias TR sepertinya sudah direncanakan. Pada Jumat tanggal 24 Mei 2019 sekitar pukul 11.00 WIB tersangka bersama warga setempat berjumlah 8 orang yang duduk di kedai mini di lingkungan I Batu Mandi Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan.

Kemudian korban mengambil sebatang rokok warga, merasa tidak enak atas tingkah korban, tersangka BS menangkap korban bersama warga serta mengikat korban dengan tali rafia yang sebelumnya sudah dipersiapkan tersangka di warung tersebut.

“Sebenarnya niat tersangka itu berubah setelah diikat, korban mau dibuang ke luar daerah dengan tangan dan kaki terikat,” kata Dodi.

Setelah diikat, tersangka memanggil becak untuk membawa korban ke rumah orang tua nya dengan kondisi tangan dan kaki terikat dengan jarak sekitar 100 meter dari kedai.

Saat itu, korban diikat kesalah satu kayu boroti dengan posisi korban telungkup. Sekitar pukul 12.00 WIB, tersangka pergi ke tangkahan babi untuk mencari sopir yang mau membawa atau membuang korban ke arah pekan baru, setelah itu tersangka keluar dengan membeli lak ban untuk dililitkan ke mulut korban sebanyak 8 lilitan.

Sementara pada pukul 20.00 WIB tersangka membawa korban dengan mobil Toyota Rush warna putih, dengan nomor polisi 1688 MB, dengan membawa salah seorang keponakannya bernama Nazrin Sitompul alias Teren. Setelah korban berhasil dimasukan ke mobil, pelaku melihat jam sudah mengarah pukul 22.10 WIB, pelakupun merasa kesal karena waktu tempuh pelaku ke pulau babi tidak terkejar lagi.

“Disitu niat pelaku membunuh korban dengan cara menenggelamkan tubuh korban kelaut muncul,” ungkap Dodi.

Kini tersangka dikenakan, pasal 340 Jo Subsider Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 dari KUH Pidana. Hadir dilokasi pembukaan rekonstruksi Wakapolres Tapteng, Kasat Reskrim Tapteng dan personel Polres Tapteng.

Laporan: Rommy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *